Filosofi Secangkir Kopi

Banyak cara orang menikmati kopi. Menambahkan gula, susu, krimer, atau begitu saja, secangkir kopi hitam dengan rasa original. Bagaimanapun cara orang menyajikan, rasa pahit takkan pernah hilang, takkan pernah bisa sempurna ditiadakan. Pun juga tentang hidup. Tidak pernah tentang sisi manis dan bahagia saja. Selalu ada bagian gelap dan pahit yang dilewati.

Namun seperti hal nya kopi, setiap orang hanya perlu menghirup aromanya, menyesap dan menikmati setiap rasa yang ditawarkan.

“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.”
― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s